Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
(I Samuel 16:7)
Seorang kontraktor pernah berkata kepada 9 saudara. Yang cantik dan cakap ia katakan ada hoki (keberuntungan), bagi yang jelek ia katakan tidak ada hoki. Di kalangan rohaniawan juga hampir serupa. Bagi mereka yang cantik/cakap, pintar bicara dianggap ini pilihan Tuhan. Apakah demikian pandangan Allah? Allah menolak Saul yang ganteng dan perawakannya tinggi, karena dua kali Saul tidak mentaati perintah Allah. Allah menuruh nabi Samuel untuk memilih seorang anak Isai untuk diurapi menjadi raja menggantikan Saul. awalnya nabi Samuel melihat menurut pandangannya yaitu yang perawakannya tinggi dan cakap parasnya itu yang dipilih Allah. Tetapi Tuhan berkata: "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah, manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi ALLAH MELIHAT HATI." Begitu banyak kebodohan orang Kristen melihat pilihan Allah. Hamba Tuhan yang sudah korupsi dan selingkuh, dan menghambur-hamburkan uang Tuhan untuk shopping kesana kemari masih dianggap hebat dan masih diterima sebagai pengajar dan difasilitasi. Uang yang seharusnya dapat digunakan untuk Pekabaran Injil untuk memenangkan jiwa bagi Kristus, tertunda karena tidak ada biaya. Kebersihan hati, ketulusan hati, kemurnian hati itu yang dilihat Allah. Mengapa Allah melihat Daud daripada tujuh saudaranya yang lain, apakah Allah pilih kasih?
Ada 5 hal yang dimiliki Daud:
Hati yang tulus melaksanakan tugasnya sekalipun disebut sebagai pelayan
Komitmen dihatinya kepada Tuhan tidak berubah mulai dari gembala sampai menjadi Raja
Hatinya tulus untuk menolong tanpa memikirkan upah
Hatinya mengandalkan Tuhan dan siap berkorban bagi bangsanya
Hatinya rela menjadi alat Tuhan tanpa syarat
Bagaimana dengan kita? Ingat manusia melihat apa yang didepan mata tetapi Allah melihat hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar