FOKUS

"Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya."
Ibrani 13:8

Setetes air yang terus-menerus jatuh diatas batu yang besar dan keras, akhirnya dapat melubangi batu tersebut. Kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ini hanya satu tujuan (fokus) mencari dan menyelamatkan yang hilang Markus 10:45. Untuk mencapai tujuan ini maka dibutuhkan konsistensi (sesuatu yang dikerjakan terus-menerus tidak berubah baik perkataan maupun tindakan sampai tujuan tercapai). Konsistensi dikembangkan melalui pengajaran-pengajaranNya dan tetap tidak bergeser dari fokus. Sejarah gereja memperlihatkan bagaimana iblis mencoba untuk menggeser fokus kepada hal-hal yang nampaknya rohani. Pada tahun +/- 1350 M seorang bernama Wyclif mengecam kekayaan yang ditumpuk oleh gereja. Menurut beliau, Alkitab seharusnya menjadi pusat perhatian gereja. Paus yang merasa keuangan dan kekayaannya terancam, mengutuk Wycliff.

Setelah itu, muncul seorang Paus bernama Paus Leo ke X pada abad pertengahan. Ia sibuk merencanakan suatu pembangunan gereja raksasa, yaitu gereja Santo Petrus, yang akan melambangkan keagungan gereja Roma. Dan untuk mengumpulkan dana, mereka menjual surat penghapusan dosa yang kemudian surat itu diperjualbelikan oleh Tetzel. Hal inilah yang membuat tercetusnya reformasi oleh Marthen Luther.

Dengan Pergumulannya tentang selamat dari dosa, tercetuslah Sola Gratia (hanya oleh Anugerah), Sola Scriptura  (hanya oleh Alkitab), Sola Fide (hanya oleh iman). Pengertian ini merupakan satu paket dari keselamatan yang Allah kerjakan untuk pengampunan dosa manusia. Bagaimana abad ini? Hamba-hamba Tuhan berlomba-lomba membuat ajaran2 baru untuk meraup uang sebanyak-banyaknya dengan dalih diberkati. Mereka berfokus pada pembangunan gereja besar dan mewah, mobil mewah, shopping diluar negeri, promosi tanah suci, KKR dengan biaya miliaran, yang hadir orang-orang Kristen yang mau mengalami mujizat, agar usaha berhasil, bebas penyakit. Nama-nama besar hamba Tuhan menjadi iklan untuk gerejanya, apakah ini Alkitabiah??? Mereka sudah keluar dari fokus. Perhatikan informasi dan lihatlah sekeliling kita. Indonesia negara yang tingkat kriminalitasnya tinggi. Banyak suku-suku yang terdaftar belum ada 1 orang Kristenpun disitu. Gereja dan hamba-hamba Tuhan mulai bergeser. Bertobatlah, dan kembali ke fokus, sesuai dengan tuntutan Alkitab yaitu, mencari dan menyelamatkan yang hilang. Hamburkan uang untuk penginjilan maka Indonesia akan tertolong. Bangunlah roti rohani bukan roti fisik. Ingat fokus Kristus!  YPACN tidak akan bergeser, dan tetap memenangkan anak-anak Indonesia bagi Kristus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda Pengunjung Ke


View My Stats