"Dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang berlimpah-limpah."
( Kisah Para Rasul 4:33b)
Ada seorang wanita yang mengatakan kalau saya sudah berumur 30 tahun, maka saya akan obral, maksudnya tidak lagi pilih-pilih siapa yang akan dinikahinya. Zaman makin edan para pemuda/pemudi tidak lagi tahu apa arti perjaka atau perawan. Memasuki tahun 2006 dari anak SD kelas 4 sampai yang sudah menikah bermain-main dengan seks. Cinta sejati hampir menjadi langka. Tubuh diobral seperti pakaian ditoko yang diobral dengan murah. Keretakan rumah tangga, saling menyakiti dianggap biasa. Hati terbagi-bagi. Obral cinta jadi semakin nge-trend. Hati nurani tercemar oleh obral cinta seperti lumpur lapindo yang tidak dapat dibendung. Orang yang beragumentasi hanya bisa tersenyum, pasrah, sambil bergurau "tunggu waktuku."
Peristiwa Sodom dan Gomora yang dihanguskan oleh api belerang, menunjukkan murka Tuhan menghukum cinta yang diobral melawan langkah-langkah Tuhan. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh ia akan menuai hidup kekal dari Roh itu. Bagaimana dengan Obral Kasih? Kasih nilainya suci dan datangnya dari Allah. Kasih bergerak dan mengalir seperti sungai yang tidak pernah kering. Sentuhan kasih menghidupkan relasi Allah dengan manusia, dan manusia dengan sesamanya. Kasih yang berlimpah dari Allah menyanggupkan manusia untuk menolak dosa termasuk menolak obral cinta. Obral kasih tidak dapat ditahan didalam diri seseorang atau keluarga atau organisasi, untuk memproklamirkan Kristus sekaligus menggaet mitra pelayanan tanpa pandang bulu dengan tujuan menceritakan kasih Allah melalui pengorbanan Tuhan Yesus untuk menyelamatkan orang berdosa. Semakin berlimpah kasih, semakin banyak buah rohani; semakin obral kasih, semakin luas area pelayanan, semakin menjaga kesucian diri dan semakin besar jumlah jiwa yang dimenangkan bagi Kristus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar