Dan betapa sulitnya pikiranMu, ya Allah!
Betapa besar jumlahnya!
(Mazmur 139:17)
Ide adalah rancangan yang tersusun di dalam pikiran. Ide seseorang dapat ditangkap dan dimengerti apabila ia mengucapkan atau menulisnya. Pemazmur sangat menyadari keterbatasannya sebagai manusia untuk mengerti pikiran Allah, apalagi ditambah dengan dirinya sebagai orang yang memiliki tabiat berdosa. Berhadapan dengan Allah yang Maha Kudus, apalah dayaku?
Yesaya 55:8: "Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu dan jalanmu bukanlah jalanKu. Rancangan adalah mengatur/merencanakan sesuatu lebih dulu. Menyimak kebenaran firman Allah sadarlah pemazmur bahwa untuk mengenal dan mengetahui rencana Allah mutlak harus menerima firman Allah yaitu Alkitab. Saya salut dengan beberapa lembaga pada waktu mengadakan seminar mengatakan bahwa pelajaran yang dia sampaikan adalah berasal dari ide Allah kemudian menyuruh orang yang telah ditraining bebas menggunakan pelajaran itu untuk mengajar orang lain.
Kesanggupan untuk bisa mengerti pikiran Allah bukanlah karena kepintarannya tetapi pemberian Allah. Coba kita simak kebenaran Alkitab dalam Injil Matius 16:17. Pada waktu Tuhan Yesus bertanya kepada murid-muridNya, siapakah Aku ini? Petrus menjawab: Engkau Mesias Anak Allah yang hidup. Apa yang Tuhan Yesus katakan? Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang mengatakan itu kepadamu tetapi BapaKu yang diSorga. Jadi ide rohani hanya bisa diperoleh apabila Allah yang menyatakannya. Saya membaca buku-buku yang ditulis oleh hamba-hamba Tuhan ratusan tahun yang lalu, pada dasarnya konsep rohani yang disampaikan sama hanya saja dikembangkan dalam metode dan pemaparan yang berbeda.
Apakah mujizat Allah yang terbesar??? Mujizat itu adalah apabila seseorang diselamatkan dengan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya. Seorang hamba Tuhan akan memperkaya khotbahnya/ pengajarannya melalui buku-buku yang dibacanya demi perkembangan Kerajaan Allah. Potensi besar untuk menjadi orang Kristen yang berbuah apabila sudah di Injili sejak kanak-kanak. Apakah anda mau ikut dengan YPAC? Mempersiapkan generasi penerus yang potensial? Ikutlah pikiran Allah. Allah tidak menghendaki seorangpun dari anak-anak ini hilang (Matius 18:14), jadi agar tidak sulit memahami pikiran Allah ikutlah mutlak ide Allah. Dan Allah memberkati kita dengan kekayaan Allah dengan memenangkan anak-anak Indonesia bagi Kristus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar